Selasa, 20 Juni 2017




Hari Jumat (15/2) lalu saya ketemu Pak David Marsudi, presiden direktur jaringan restoran D’Cost. Orang satu ini luar biasa nyentrik-nya. Dia misalnya, menyebut dirinya sebagai “pendekar bodoh” (nama perseroan D’Cost adalah PT. Pendekar Bodoh). Kenapa? Karena, menurut dia, menjadi pengusaha itu harus terus-terusan merasa bodoh. “Karena merasa bodoh, maka kemudian kita harus terus belajar. Kalau kita sudah pintar, kita berhenti belajar,” ujarnya.
Pada saat mau ketemu pak David, kebetulan saya melewati meja resepsionis dengan latar belakang logo D’Cost Academy, training center jaringan resto bersemboyan: “Mutu Bintang Lima, Harga Kaki Lima” ini. Yang mengusik saya adalah tagline D’Cost Academy yang bunyinya menggelitik, “Stupid Guys Keep Learning”; orang bodoh selalu belajar. Intinya, tagline itu ingin mengatakan, semua karyawan D’Cost adalah orang bodoh, dan karena itu akan selalu belajar. “Kami adalah orang-orang bodoh berjiwa pendekar,” tukasnya.
Ruarrr biasa!!! Terus terang, setelah hampir dua jam saya ngobrol dengan pak David, saya jadi malu abis karena selama ini saya merasa pinter dan sok keminter. Padahal sesungguhnya nggak ada apa-apanya dibanding pak David… hehehe.

Giving
Yang membuat saya salut luar biasa ke pak David adalah prinsip bisnisnya yang meneduhkan. Begini bunyi falsafah bisnisnya: “Hanya konsentrasi pada apa yang dapat Anda berikan, jangan kawatir atas apa yang akan Anda dapatkan.” Intinya, D’Cost harus memberi, memberi, dan memberi. Semakin banyak memberi, maka ujung-ujungya akan semakin banyak mendapatkan. The more you give, the more you get!!!
Pak David memberi perumpamaan pendulum: “Ketika dilempar, maka pada akhirnya pendulum pasti akan kembali.” Saya kemudian iseng menimpali, “Tapi masalahnya, kapan pendulum itu akan balik pak?” Dengan tangkas ia menjawab, “mungkin saat itu juga, mungkin sebulan kemudian, mungkin setahun kemudian, bisa juga bertahun-tahun kemudian. Nggak masalah, itu semua Tuhan yang atur, kita manusia tak usah repot-repot mikirin,” jawabnya enteng.
Prinsip memberi inilah yang melandasi kenapa pak David memilih restoran sebagai bidang usahanya. “Karena restoran itu menampung banyak pegawai,” ujarnya. Kalau bisnis D’Cost sukses, maka makin banyak karyawan yang ditampung, semakin banyak berkah diberikan kepada karyawan. Karena itu pak David punya spirit bahwa D’Cost harus menjadi “distributor rezeki” bagi bagi para karyawan dan siapapun yang berbisnis dengan D’Cost. Wow… betapa indahnya.
Memerdekakan Berkah yang diberikan D’Cost, kata pak David, tak hanya kepada karyawan dan partner bisnis. Yang terutama justru kepada konsumen. Apa itu? Pak David bercerita bahwa model bisnis D’Cost sesungguhnya simpel, yaitu: menjadikan makanan-makanan yang dulunya nggak terjangkau oleh kantong rakyat kecil, kini menjadi terjangkau. “Mimpi saya adalah menjadikan rakyat kecil bisa makan masakan hotel berbintang tapi dengan harga yang terjangkau oleh kantong mereka,” papar pak David mengenai falsafah di balik tagline “Mutu Bintang Lima, Harga Kaki Lima”.
Contohnya seafood. Selama ini kita mengenal seafood sebagai masakan mahal, tapi oleh D’Cost kini dibikin murah sehingga terjangkau rakyat jelata. Pak David kini juga sedang merintis restoran susi Jepang yang bakal buka sebentar lagi.
Prinsipnya sama, kalau selama ini masakan susi mahal dan hanya ada di hotel berbintang, maka kini harus menjadi murah dan terjangkau rakyat kecil. “Nanti kita akan bikin restoran Italia, restoran Amerika, restoran Eropa dengan harga rakyat jelata,” tambahnya.
Jadi prinsip giving di sini diterjemahkan sebagai “memerdekakan” rakyat kecil yang ingin merasakan dan menikmati masakan mahal, masakan hotel, atau masakan luar negeri, yang selama ini tak terjangkau oleh isi kocek mereka.

Pengusaha Bodoh
Ada lagi konsep bisnis nyleneh pak David yang membuat saya berpikir tujuh keliling. Yaitu argumentasi pak David yang menyebut dirinya sebagai “pengusaha bodoh”. Dia bilang bahwa, kini pasar dipenuhi oleh “konsumen pintar” dan “pengusaha pintar”.
Ciri konsumen pintar adalah ia minta mutu tinggi tapi dengan harga semurah mungkin. Sementara ciri pengusaha pintar adalah ia memberikan mutu tinggi tapi dengan harga berlipat-lipat lebih tinggi. “Kalau konsumen dan pengusaha sama-sama pintar, maka ini nggak akan ketemu-ketemu,” jelas pak David.
Karena itu, pak David memosisikan diri sebagai “pengusaha bodoh”. Apa cirinya pengusaha bodoh? Yaitu ketika dia memberikan mutu setinggi mungkin, tapi memasang harga semurah mungkin (yup, ini namanya “ngajak bangkrut” hehehe). “Saya bisa pastikan, konsumen pintar lebih suka pada pengusaha bodoh dibanding pengusaha pintar. Itu sebabnya saya memilih menjadi pengusaha bodoh,” seloroh pak David berargumen.
Secara logika model bisnis yang diambil pak David selintas nggak masuk akal. Bagaimana bisa memberikan mutu tinggi, tapi harga murah? Tapi justru inilah indahnya prinsip bisnis pak David. Intinya kalau niatnya ikhlas untuk memberikan yang terbaik untuk konsumen, maka Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk kita. Pendulum yang dilempar pasti pada waktunya akan kembali. Inilah indahnya prinsip memberi. It’s the power of giving.

Nyentrik
Untuk memberikan gambaran bagaimana prinsip giving ini dijalankan pak David, coba kita simak program-program promosi nyleneh dan melawan arus (yup, paradoks) yang dijalankan D’Cost. Ambil contoh program “Diskon Umur”. Program ini memberikan diskon ke konsumen sesuai umur yang tertera di KTP. Kalau umur Anda 30 tahun maka Anda dapat diskon 30%. Kalau umur Anda 80 tahun Anda dapat diskon 80%. Lalu bagaimana kalau umur Anda 104 tahun? “Anda malah dapat cash back, habis makan malah dapat duit,” ujar pak David. Kwkwkwwkkw!!!
Contoh program nyleneh lain adalah program “Hamil Baru Bayar”. Program ini memberikan kesempatan para pasangan untuk merayakan pernikahan di D’Cost gratis untuk 300 kursi plus dekorasi pelaminan. Bayarnya kapan? Bayarnya setelah si istri hamil. Begini bunyi iklannya: “Pesta Pernikahan Sekarang… Hamil Baru Bayar.. (Tidak Hamil, Gratis)”.
Ada juga program “Uang dan Doa” dimana konsumen membayar makanan di D’Cost dengan “Separo Uang, Separo Doa”. Syaratnya, si konsumen wajib mendoakan orang lain dalam secarik kertas, doa inilah yang dipakai untuk membayar separo harga makanan yang dipesan. Kwkwwkwkw!!!
Seperti halnya saya, Anda para pembaca pasti bertanya-tanya: “Konsumen usia 104 tahun makan di D’Cost nggak bayar malah dapat duit, apa itu nggak bikin bangkrut?” Atau, “Pasangan menggelar resepsi gratis di D’Cost tapi setelah hamil menghilang nggak bayar, apa itu nggak bikin bangkrut?” Inilah sekali lagi keindahan dari spirit of giving.
Barangkali memang banyak pasangan yang tidak balik ke D’Cost saat istrinya hamil, tapi bagi pak David itu tidak jadi masalah. “Dari program-progran yang unik itu kita mendapatkan simpati dari konsumen dan ini bisa memicu promosi dari mulut ke mulut yang nilai rupiahnya bisa miliaran,” ujar pak David tangkas, “pokoknya nggak usah kawatir, itu semua Tuhan yang atur.”
Kini bahkan pak David sedang mempersiapkan gerai bakery-nya dengan merek D’ Stupid Baker. Yang menarik adalah tagline-nya yang berbunyi: “5 Star Quality, Stupid Price“. Yang lebih menarik adalah nama perusahaan yang menaungi D’ Stupid Baker, yaitu PT Bocuan Gapapa. Mau tahu apa maksudnya? Bocuan Gapapa maksudnya “nggak profit nggak papa“… yang penting memberi… kwkwkkwkwkwkk…
Mengikuti pengalaman saya ngobrol dengan pak David, mungkin Anda kini mulai terbuka lebar hatinya. Barangkali Anda mulai sepakat dengan saya bahwa, setelah membaca kolom ini kita harus menjadi orang bodoh. Orang bodoh yang berjiwa pendekar. Orang bodoh yang bersenjatakan spirit memberi.
Sekali lagi: It’s the power of giving.

(sumber: http://www.yuswohady.com)
Posted by MIKO On 08.29 No comments READ FULL POST

Jumat, 28 April 2017




Bismillah...

Saya tulis artikel ini dengan penuh kesadaran bahwa tulisan ini hanyalah perspektif pribadi yang bisa salah dan juga benar.
Apapun yang Saya tulis dibawah ini adalah pendapat pribadi dan sama sekali tidak mewakili institusi manapun.
Saya persilakan tulisan dibawah ini untuk dishare, atau bahkan dimuat pada kanal media apapun, dengan SYARAT mencantumkan semua tulisan secara lengkap. TIDAK BOLEH hanya dikutip sebagian, dan mohon sertakan sumber asli penulisan. Agar tidak salah memahami keutuhan fikiran Saya.
Tulisan dibawah ini Saya hadirkan untuk Ummat Islam Indonesia, dalam rangka memasok kaidah berfikir logis dan ilmiah, terhadap masalah pelayanan umroh yang terjadi akhir-akhir ini.
Tulisan dibawah ini akan Saya hindarkan dari menyebut merk, brand, perusahaan, instansi, sehungga sama sekali tidak bertujuan untuk memojokkan pihak-pihak tertentu.
Saya berlepas diri dari framing yang dibangun media atau para pembaca terhadap tulisan Saya.
Bismillah...
*****
Tulisan kali ini akan berbicara tentang amburadulnya layanan umroh yang terjadi akhir-akhir ini. Amburadulnya layanan umroh oleh beberapa pihak penyelenggara tidak hanya berdampak kepada jamaah, tetapi juga berdampak kepada beberapa vendor penyedia layanan handling jamaah di Saudi. Semua kena dan menyakitkan.
Sebagai sosok yang akrab dengan industri Umroh sejak 2009, ijinkan Saya untuk memaparkan pemikiran pribadi bagi khazanah berfikir dunia umroh tanah air.
2009 Saya berangkat sebagai jamaah.
2010 saya berangkat sebagai jamaah, umroh i'tikaf 18 hari di madinah dan mekkah (ied)
2011 smpai dengan 2017, Saya membimbing jamaah umroh atas undangan travel rekanan.
9 kali perjalann umroh bolak balik, 2x sebagai jamah, dan 7x sebagai pembimbing. Membuat Saya sangat memahami dapur operator umroh. Mudah-mudahan hal tersebut membawa kualitas tulisan ini pada paparan yang objektif, logis dan tanpa tendensi.
*****
Sebelum kita membahas tentang apa yang sekiranya terjadi akhir-akhir ini, dan bagaimana meresponnya, ijinkan saya untuk menjelaskan beberapa bisnis model Umroh yang ada di tanah air.
Dari penjelasan masing-masing bisnis model, kita akan dapat sama-sama memahami, mengapa hal A terjadi, mengapa hal B terjadi, dan pemahaman tersebut akan menuntun kepada langkah yang tepat.
****
Bisnis model tipe 1 :
Bisnis model Umroh sebenarnya sederhana. Hampir sama dengan bisnis jasa manajemen perjalanan tour wisata.
Penyelenggara membangun sebuah paket perjalan. Ditentukanlah waktu perjalanan, fasilitas, kegiatan, lalu ditawarkan ke publik. Penyeleggara mendapatkan profit atas pelayanan yang mereka hadirkan. Wajar.
Biaya Umroh secara garis besar terdiri dari :
- tiket pesawat PP, ini adalah cost terbesar yang membentuk harga umroh. Terutama bagi Indonesia yang letaknya agak jauh ke barat ketimbang negara Islam yang lain.
- berikutnya adalah biaya handling jamaah di Saudi. Hotel, bus, guide dan catering makan selama di Saudi. (Makkah-Madinah-Jeddah)
- lalu biaya legalitas seperti VISA, dan passport (passport adalah urusan pribadi jamaah, relatif jarang dimasukkan kedalam biaya umroh)
- lalu tools identitas dari tour travel seperti koper, perlatan umroh dan lain.
Setidaknya, itulah 4 bagian besar pembentuk biaya umroh. Penyelenggara tinggal mendesain bentuk dari layanan umroh yang ada..
- mau berapa hari di saudi
- mekkah dulu, atau madinah dulu
- pesawatnya direct atau transit
- hotel mau di lokasi yang mana
- bus mau kualitas seperti apa
- makannya mau internasional, far east, atau catering Indonesia.
Kesemua desain itu akan membentuk harga pokok perjalanan umroh dan penyelenggara umroh tinggal menjualnya diatas harga pokok, sehingga terciptalah profit. Wajar.
Misalnya,
- tiket pesawat PP 13 juta (transit 1x)
- handling selama di saudi 6 juta
- tools identitas travel 1,5 juta
- visa 1 juta (misalnya, tergantung season soalnya)
Jadi harga pokoknya 20,5 juta. Jika travel mau ambil laba kotor 2 juta per orang, berarti tinggal dijual 22,5 juta.
Sederhana sekali.
*****
Bisnis Model Tipe 2
Pada bisnis model tipe 2, konsepnya hampir sama, namun penyelenggara travel melakukan operasi penekanan cost yang luar biasa pada biaya.
1. Mereka melakukan book tiket pesawat secara massive pada airline tertentu. Membayar 1-2 juta per seat, misal sekian ribu seat, untuk kemudian mendapatkan harga terbaik dari airline.
2. Melakukan penyewaan kamar hotel secara massive sejak jauh hari. Sehingga harga bukan lagi harga publik, tetapi harga khusus. Biaya akan turun.
3. Mengimplan SDM yang tinggal di saudi dengan iqomah resmi guide (biasanya nggak resmi sih, iqomah driver) untuk kemudian menghandle jamaah travel tersebut.
Apakah cara ini sah dan legal?
cara ini wajar dan OK OK saja.
Travel yang berhasil melakukan restrukturisasi pada biaya, akan mampu menghadirkan harga yang kompetitif, tetapi dalam range harga yang wajar.
Misalnya, jika posisi umroh bintang 4 sudah berada di angka kisaran 25 juta sd 30 juta, maka travel yang bisa menekan cost dimana-mana, akan mampu mendelibernya pada kisaran 22 juta sd 28 juta...
Penekanan cost masih bersifat wajar, dan harganya pun menjadi lebih murah dalam range yang masuk akal.
Resiko bisnis model tipe 2 ini adalah.. ketika penyelenggara umroh gagal mendapatkan jamaah, sementara pesawat sudah di book, dan bahkan hotel sudah di book. Disinilah penyelenggara biasanya mendapati kerugian besar.
Berbeda dengan tipe 1 yang belanja biaya sesuai dengan jamaah yang ada.
*****
Bisnis model tipe 3 :
Menggilas dengan harga murah.
Ketika umroh berada pada angka 22 jutaan keatas, muncul penyelenggara dengan angka yang sangat murah dan fantastis.
Biasanya angkanya di 17-18 juta.
Jangan sangka buruk dulu. Bisnis model ini sah-sah saja, selama memang biayanya segitu
- pesawatnya trasit 2x. (Walau biasanya susah dapat visa)
- tempat tinggal di apartemen, 1-2 km dari Harom.
- tidak ditanggung makan.
- memburu tiket promo
- dilepas tanpa pembimbing, ketemu guide di saudi.
- bus downgrade.
- tanpa koper, hanya name tag.
Apa cara ini OK? Menurut saya sih OK OK aja... asal semuanya jelas. Term pembayarannya jelas, dan yang didapatkan sesuai dengan yang dijanjikan.
Apa resiko bisnis model tipe 3 :
Kadang-kadang jamaah tetap menggerutu. Saya pernah buat yang begini soalnya. Diprotes juga. Padahal sudah dijelasin dari awal, bahwa fasilitas akan menguji kesabaran.
Sehingga, tidak semua yang harga murah itu berbahaya.
*****
Bisnis model tipe 4 :
1. Disetting sebuah harga murah yang nantinya disubsidi oleh jamaah yang membayar harga normal.
Resiko : jika raihan jamaah reguler tidak sesuai dengan target. Sehingga subsidi tidak terjadi. Dan yang bayar murah akhirnya gagal berangkat.
2. Harga murah terjadi, karena disubsidi oleh divisi bisnis yang lain. Ada sahabat saya yang modelnya seperti ini. Sah-sah saja jika memang ingin memudahkan jamaah.
Resiko : selama memang industri yang mensubsidi kokoh dan siap mensubsidi. Ya aman aman aja. Suka-suka yang mensubsidi.
3. Harga murah terjadi dengan mempola harga bertingkat pada 1 rombongan keberangkatan. (10 pendaftar awal 17 juta, 10 pendaftar berikutnya 22 juta, seterusnya hingga 1 bus.) Maka yang bayar akhir-akhir akan bayar mahal. Mohon telaah syariah atas hal ini. 1 layanan berbeda harga.
Resiko : jika yang mendaftar gak sampe 1 bus. Maka subsidi tidak terjadi.
4. Konsep MLM. Cukup bayar DP, asal terus merekrut jamaah untuk umroh, maka akan dapat komisi. Harga masih wajar, tetapi seorang agen akan mendapatkan komisi bertingkat. Silakan yang ahli syariah mengomentari.
Resiko : jika selama bayar full Anda bisa berangkat : Aman.
5. Umroh murah, uang pendaftaran disetor setahun sebelumnya, agar uang bisa diputar dulu untuk bisnis yang lain, ketika ada profit, labanya untuk menutup kekurangan biaya umroh. Silakan ahli ekonomi syariah berkomentar.
resiko : jika putaran usaha rugi. Maka uang jamaah akan habis. Dan tidak berangkat.
*****
Bisnis model tipe 5 : ponzi
Entah apakah bisnis model ini terjadi atau tidak, tetapi secara teori, hal ini yang dilakukan.
1. Bayar murah, misal 15 juta, dengan masa tunggu setahun.
2. Jamaah yang membayar 15 juta di 2014, diberangkatkan di tahun 2015 dengan biaya yang dibayarakan oleh jamaah yang membayar di tahun 2015.
Misalkan :
- A membayar 15 juta di tahun 2014.
- B membayar 15 juta di tahun 2015
- C membayar 15 juta di tahun 2015.
- maka A akan umroh di tahun 2015 dengan uang pendaftaran B+C. A Akan umroh dengan fasilitas senilai 30 juta.
- uang A telah habis dipakai di tahun 2014 untuk memberangkatkan jamaah yang membayar di tahun 2013.
- agar B dan C dapat berangkat di tahun 2016, maka penyelenggara harus merekrut D, E, F dan G di tahun 2017.
Maka, ketika pendaftaran tahun berikutnya tidak sejumlah 2x dari jamaah ditahun sebelumnya, maka jamaah akan gagal berangkat.
3. Dengan konsep seperti ini, jamaah akan terkaget-kaget dengan fasilitas mewah atas 15 juta yang dibayarkan. Karena memang jamaah tidak sedang umroh dengan dananya. Dananya sudah terpakai di tahun sebelumnya. Mereka sedang umroh dengan dana jamaah yang baru saja melakukan pembayaran.
Sekali lagi, jangan heran apabila murah bisa mewah. Inilah yang membuat ponzi makin subur :
"Berangkat kok kang, fasilitasnya luar biasa, terkaget-kaget kang." <-- atau="" dipakai="" lain="" oleh="" orang="" p="" pendaftaranmu="" penyelenggara.="" pertanyaannya..="" siapa="" uang="" uangnya="" yang="">
jika sahabat sebagai penyelenggara Umroh tidak melakukan hal ini, tidak perlu tersinggung dengan tulisan Saya.
Jika hal ini yang sedang dilakukan. Mohon segera dihentikan agar tidak ada korban berikutnya.
*****
Anjuran kepada sahabat yang ingin berumroh.
1. Umroh adalah ibadah mahdhoh. Hadirkan keputusan yang sehat dan kebijaksanaan dalam beribadah.
Saya pernah menasehati seseorang tentang umroh konsep ponzi, jawabannya malah :
"Wah, berarti aku harus sekarang ini rend daftarnya, mumpung tahun kedua ini dia, mumpung belum meledak, tahun depan kayaknya masih banyak yang daftar."
Saya menemukan jamaah yang sudah sadar umrohnya ponzi, dan tidak ada rasa bersalah atas berumroh dengan dana orang lain.
2. Hindarkan membayar umroh lunas dengan masa tunggu. Gak semua umroh dengan masa tunggu adalah ponzi. Tetapi, menjaga uang pelunasan jamaah, agar tidak terpakai selama setahun adalah "good to be true".
Dalam banyak temuan Saya dilapangan, konsep membayar lebih dulu akan merangsang penyelenggara untuk memakai dana Anda, baik disengaja maupun tidak disengaja. Bisa saja tidak berniat, tetapi ketika terjadi over cost, akhirnya terpakai juga.
Lakukanlah pembayaran umroh dengan konsep "bayar DP tahun ini, lunas tahun ini, berangkat tahun ini"
3. Bagi sahabat yang ingin mengumrohkan Kedua orang tuanya, dimohon untuk memberikan yang terbaik. Jika memang belum sanggup membayar wajar, jangan meresikokan orang tua Anda pada umroh yang tidak wajar.
Bukan masalah pada angka biaya umrohnya, tetapi beban mental kedua orang kita yang tidak jadi berangkat. Padahal sudah pengumuman di arisan, pengajian, komunitas, bahwa beliau akan umroh. Beban mental sekali.
4. Ketika pasar jamaah umroh terus menerus memberikan angin segar kepada umroh ponzi. Dampaknya bukan hanya kepada jamaah yang gagal berangkat, tetapi juga pada handling yang tidak dibayar.
Yang pertama dibayar dan harus lunas adalah tiket pesawat. Sementara handling kamar hotel, catering dan bus, biasanya bisa membayar mundur. Kasihan sahabat vendor di Saudi yang tidak dibayar, gegara penyelenggara memaksa harga murah, akhirnya gak terbayar. Padahal jamaah sudah tuntas terlayani.
Maka mari suburkan penyelenggara umroh yang wajar harganya, yang bayaran ke vendornya waras, jadi umroh kita berkah.
5. Kepada jamaah yang mengalami gagal keberangkatan dan berbagai masalah pemberangkatan lainnya, memohon bersabar diri untuk tidak terburu-buru menyalahkan agen-agen travel yang "dikenal sholeh".
Sangat banyak para ustadz, tokoh masyarakat, pembicara, yang sebenarnya tidak tahu menahu akan dapur sang penyelenggara umroh. Yang akhirnya harus berhadapan dengan jamaah yang gagal berangkat. Padahal mereka hanya mengajak.
6. Kepada sahabat yang diajak menjadi marketing umroh tertentu, para tokoh, para guru, para asatidz, dimohon untuk menyelami tentang kredibilitas dan mekanisme finansial penyelenggara umroh yang memgajak.
7. Mendoakan sahabat penyelenggara yang sedang diuji masalah, dan mendoakan calon jamaah umroh yang sedang terhambat keberangkatannya. Semoga Allah lancarkan hingga kembali lagi ke tanah air. Amiien.
*****
Demikian, Saya hadirkan tulisan ini untuk kaum muslimin negeri ini. Semoga tulisan sederhana ini dapat menghentikan penyelenggaraan umroh ponzi yang merugikan masyarakat.
Saya mengajak sahabat yang memiliki kerabat yang sedang berkasus keberangkatan umrohnya, untuk menceritakan kejadian lengkapnya di kolom komen dibawah ini.
Saya juga terbuka apabila didalam tulisan Saya terdapat hal-hal yang perlu di kritisi. Silakan berdiskusi dua arah di kolom komen dibawah ini. Jika saya bisa jawab, maka Saya akan jawab. Jika Saya bingung, saya akan diam.
*****
Kekacauan dan amburadulnya pemberangkatan umroh akhir-akhir ini, telah mematahkan hati beberapa orang yang ingin beribadah.
Sebagian calon jamaah umroh, tidak semuanya telah berpemahaman Islam dengan baik. Sebagian ada yang diajak keluarga atau terpaksa mengikuti kerabatnya dalam kondisi keimanan yang kering. Hari ini saya mendengar celetukan celetukan ini..
"Udah lah ibadah dibisnisin akhirnya begini!"
Padahal gak ada yang salah pada bisnis umroh. Sama seperti travel wisata. Sah-sah saja berbisnis.
"Tuh kan, gak usah umroh-umroh, belum saatnya, liat kan.. gagal berangkat..."
Padahal gak ada hubungannya antara gagal berangkat dan sunnah umroh. Umroh tetaplah dianjurkan.
"Papa sudah bilang, mama jangan terlalu percaya sama ustadz mama, akhirnya begini."
Padahal ustadznya cuma agen, bukan penyelenggara. Yang relatif polos mengajak jamaahnya. Sentimen anti Islam akhirnya mendapat bahan bakar untuk makin nyinyir kepada para Da'i.
*****
Semoga tulisan ini bisa membawa kita semua untuk bijak berkomentar dan menilai. Lalu mendudukkan permasalahan pada tempatnya.
Saya secara pribadi pun tidak sama sekali ingin membangun permusuhan kepada sahabat pelaku ponzi. Saya hanya mengajak anta untuk berhenti, dan kembali merasakan bencana sosial yang terjadi.
Marilah rasakan, ribuan jamaah yang terhambat berangkat. Bagaimana jika hal tersebut menimpa keluarga dekat kita.
Ada suami yang bertengkar dengan istrinya. Ada anak yang dimarahi kedua orang tuanya. Ada 1 keluarga yang malu karena sudah berbulan-bulan tidak berangkat tanpa kejelasan. Ada murid yang memaki ustadznya. Ada ustadz yang ditinggalkan jamaahnya. Gegara amburadulnya pemberangkatan umroh.
Berhenti bro... berhenti... jangan diteruskan ponzinya... jangan cari korban lagi.
Terima kasih telah menyimak. Maaf atas segala khilaf.


















sumber foto: rimanews
Posted by MIKO On 17.24 No comments READ FULL POST

Kamis, 11 Agustus 2016

"BOCAH PINGIN "BERPOLIGAMI"



*MEMBACANYA Bikin Nangis Terharu😍

Setelah nonton TV tentang kisah seorang Raja, seorang anak di Purwakarta, Jawa Barat berusia 9 tahun berkata :

_Mama, kalo aku sudah besar nanti aku juga mau punya istri 4 orang...! _

Seorang untuk masak makananku...
Seorang untuk buatin minum...
Seorang untuk cuci & setrika bajuku...
Seorang lagi untuk mandiin aku... !!

Mamanya tersenyum dan berkata :

“*Kalo gitu nanti siapa yg menemanimu bobo..?”*

Setelah berpikir sejenak, sang anak berkata :

"*aku bobonya tetep sama Mama...!!*

Mamanya berlinang air mata karena bahagia.., disayang oleh anaknya...

“*Kamu anak baik yang mama sayang...!!"*

"Lalu siapa yang tidur dengan keempat orang istrimu....?”

“*Ayah aja yang tidur sama mereka Ma...!!*

Ayahnya berlinang air mata karena bahagia.., disayang oleh anaknya....!

Dan air mata ayah semakin deras, karena dilempar panci oleh si mama....😀


😇🙈
Posted by MIKO On 01.31 No comments READ FULL POST
Ini ada renungan bagus, sdh lama tapi baik utk diresapi ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,      BERPIKIR  POSITIF......

🌳📍📍📍📍📍
SEBATANG POHON DAPAT MEMBUAT JUTAAN BATANG KOREK API,
📍🌳🌳🌳🌳
TAPI SATU BATANG KOREK API JUGA DAPAT MEMBAKAR JUTAAN POHON.
 ✅✅✅✅
JADI, SATU FIKIRAN NEGATIF DAPAT MEMBAKAR SEMUA FIKIRAN POSITIF.

📍📍📍💭💭💭
KOREK API MEMPUNYAI KEPALA, TETAPI TIDAK PUNYA OTAK,
📍🔥📍🔥📍🔥
OLEH KARENA ITU SETIAP KALI ADA GESEKAN KECIL, SANG KOREK API TERUS TERBAKAR.
🙇🙇🙇💬💬💬
KITA JUGA MEMPUNYAI KEPALA, DAN JUGA OTAK,
🙅😡
KITA TIDAK PERLU MUDAH TERBAKAR MARAH HANYA KARENA GESEKAN KECIL.

🐧🐧🐧🐧🐧
KETIKA BURUNG HIDUP, IA MAKAN ULAT..
🐛🐛🐛🐛🐛🐛
KETIKA BURUNG MATI, ULAT MAKAN BURUNG.
🕛🕐🕜🕝🕙
WAKTU TERUS BERPUTAR. RODA KEHIDUPAN TERUS BERLAKU.
👎👎👎⬇⬇😔😔
JANGAN MERENDAHKAN SIAPAPUN DALAM HIDUP, BUKAN KARENA SIAPA MEREKA, TETAPI KARENA SIAPA DIRI KITA.

☝🕥💪💪😥😥
KITA MUNGKIN BERKUASA TAPI TUHAN LEBIH BERKUASA DARIPADA KITA.
✨✨😀😍😀✨✨
WAKTU KITA SEDANG BERJAYA, BANYAK TEMAN DI SEKELILING KITA.
🏃💨😰😢😭😭
WAKTU KITA SUSAH, BARU KITA KENAL SIAPA SAHABAT KITA.

😪😪🙌 👛💄💅💸
DAN WAKTU KITA SAKIT, BARU KITA TAHU BAHWA NIKMAT SEHAT ITU SANGAT BERNILAI, JAUH MELEBIHI HARTA.
👴👵😱😱😰😰❗
KETIKA KITA TUA, KITA BARU TAHU BAHWA MASIH BANYAK YANG BELUM KITA KERJAKAN.
👤👤💀💀👣👣
DAN, SETELAH DI AMBANG AJAL, KITA BARU TAHU BEGITU BANYAK WAKTU YANG TERBUANG SIA-SIA.

🔋🔋💡🔋🔋💡
HIDUP TIDAKLAH LAMA, SUDAH SAATNYA KITA BERSAMA-SAMA MEMBUAT HIDUP LEBIH BERHARGA

SALING MENGHARGAI DAN SALING MEMAAFKAN


SELAMAT BERAKTIFITAS
Posted by MIKO On 00.25 No comments READ FULL POST

Tidak Ada Orang yang Tidak Memiliki Kompetensi


Dari kisah nyata seorang guru.
==========================🙏👍😭

Di suatu sekolah dasar, ada seorang guru yang selalu tulus mengajar dan selalu berusaha dengan  sungguh-sungguh membuat suasana kelas yang baik untuk murid-muridnya.

Ketika guru itu menjadi wali kelas 5, seorang anak–salah satu murid di kelasnya– selalu berpakaian kotor dan acak-acakan. Anak ini malas, sering terlambat dan selalu mengantuk di kelas. Ketika semua murid yang lain mengacungkan tangan untuk menjawab kuis atau mengeluarkan pendapat, anak ini tak pernah sekalipun mengacungkan tangannya.

Guru itu mencoba berusaha, tapi ternyata tak pernah bisa menyukai anak ini. Dan entah sejak kapan, guru itu pun menjadi benci dan antipati terhadap anak ini. Di raport tengah semester, guru itu pun menulis apa adanya mengenai keburukan anak ini.

Suatu hari, tanpa disengaja, guru itu melihat catatan raport anak ini pada saat kelas 1. Di sana tertulis: “Ceria, menyukai teman-temannya, ramah, bisa mengikuti pelajaran dengan baik, masa depannya penuh harapan,”

“..Ini pasti salah, ini pasti catatan raport anak lain….,” pikir guru itu sambil melanjutkan melihat catatan berikutnya raport anak ini.

Di catatan raport kelas 2 tertulis, “Kadang-kadang terlambat karena harus merawat ibunya yang sakit-sakitan,”

Di kelas 3 semester awal, “Sakit ibunya nampaknya semakin parah, mungkin terlalu letih merawat, jadi sering mengantuk di kelas,”

Di kelas 3 semester akhir, “Ibunya meninggal, anak ini sangat sedih terpukul dan kehilangan harapan,”

Di catatan raport kelas 4 tertulis, “Ayahnya seperti kehilangan semangat hidup, kadang-kadang melakukan tindakan kekerasan kepada anak ini,”

Terhentak guru itu oleh rasa pilu yang tiba-tiba menyesakkan dada. Dan tanpa disadari diapun meneteskan air mata, dia mencap memberi label anak ini sebagai pemalas, padahal si anak tengah berjuang bertahan dari nestapa yang begitu dalam…
Terbukalah mata dan hati guru itu. Selesai jam sekolah, guru itu menyapa si anak:
“Bu guru kerja sampai sore di sekolah, bagaimana kalau kamu juga belajar mengejar ketinggalan, kalau ada yang gak ngerti nanti Ibu ajarin,”

Untuk pertama kalinya si anak memberikan senyum di wajahnya.

Sejak saat itu, si anak belajar dengan sungguh-sungguh, prepare dan review dia lakukan di bangkunya di kelasnya.

Guru itu merasakan kebahagian yang tak terkira ketika si anak untuk pertama kalinya mengacungkan tanganya di kelas. Kepercayaan diri si anak kini mulai tumbuh lagi.

Di Kelas 6, guru itu tidak menjadi wali kelas si anak.

Ketika kelulusan tiba, guru itu mendapat selembar kartu dari si anak, di sana tertulis. “Bu guru baik sekali seperti Bunda, Bu guru adalah guru terbaik yang pernah aku temui.”

Enam tahun kemudian, kembali guru itu mendapat sebuah kartu pos dari si anak. Di sana tertulis, “Besok hari kelulusan SMA, Saya sangat bahagia mendapat wali kelas seperti Bu Guru waktu kelas 5 SD. Karena Bu Guru lah, saya bisa kembali belajar dan bersyukur saya mendapat beasiswa sekarang untuk melanjutkan sekolah ke kedokteran.”

Sepuluh tahun berlalu, kembali guru itu mendapatkan sebuah kartu. Di sana tertulis, “Saya menjadi dokter yang mengerti rasa syukur dan mengerti rasa sakit. Saya mengerti rasa syukur karena bertemu dengan Ibu guru dan saya mengerti rasa sakit karena saya pernah dipukul ayah,”

Kartu pos itu diakhiri dengan kalimat, “Saya selalu ingat Ibu guru saya waktu kelas 5. Bu guru seperti dikirim Tuhan untuk menyelamatkan saya ketika saya sedang jatuh waktu itu. Saya sekarang sudah dewasa dan bersyukur bisa sampai menjadi seorang dokter. Tetapi guru terbaik saya adalah guru wali kelas ketika saya kelas 5 SD.”

Setahun kemudian, kartu pos yang datang adalah surat undangan, di sana tertulis satu baris,

“Mohon duduk di kursi Bunda di pernikahan saya,”

Guru pun tak kuasa menahan tangis haru dan bahagia

Kalau hati bapak ibu guru bergetar membaca cerita ini,boleh bapak ibu guru share ke semua orang terutama kepada guru/pendidik....

Semoga Tuhan  melipatgandakan rizki kita...

 Buat para ibu guru
Posted by MIKO On 00.07 No comments READ FULL POST

Rabu, 10 Agustus 2016

Belajar Ikhlas karo wong Samin.........




Cak Anang : kang, sampeyan ngasih duit ke si A ?
Samin : Iya
Cak Anang : sampeyan diapusi, dia itu kaya
Samin : ngapusi aku iku dudu urusanku. Kui urusane dekne karo Gustine

Cak Anang : Lho sendalmu endi, kang ? Kok cekeran ?
Samin : ilang
Cak Anang : ora mbok golek'i sopo sing nyolong ?
Samin : ora, aku biyen lahir yo ora sandalan

Cak Anang : kang, sampeyan dirasani karo si kae
Samin : ben wae
Cak Anang : sampeyan ora nesu
Samin : Lha saiki kowe yo ngrasani si kae, si kae yo ra nesu

Cak Anang : kang, pitikmu dipangan asune si kae
Samin : wes ben
Cak Anang : kok sampeyan biasa wae ? Ora njaluk ganti ?
Samin : aku malah kaget nek pitikku sing mangan asune si kae

Cak Anang : kang, wes mangan ?
Samin : Durung
Cak Anang : mreneo tak wenehi duit
Samin : wegah. aku ra doyan. Panganen dewe yen kowe doyan duit

Cak Anang : kang, tanduranmu rusak dipangan weduse pak kae
Samin : ben. Untung doyane tanduran. Yen weduse doyan papan , malah omahku sing dipangan

Cak Anang : kang, kowe ki ket mau mlaku ngalor ngidul ora jelas?
Samin : Lha yo kui. Nek jelas , mesthi aku mlaku ngalor thok opo ngidul thok

Cak Anang : kang, klambi sing mbok jemur dicolong uwong
Samin : ben. Wong salahku dewe, aku njemur klambi tak pamer2ke ning njobo

Cak Anang : kang, kok mlaku? Sapi sing biasa mbok tumpaki endi?
Samin : ilang
Cak Anang : kok malah ngguya ngguyu?
Samin : lha untunge dicolong pas ora tak tumpaki

Cak Anang : kang, bayarane kae luweh gede timbang kowe, lho
Samin : Ben
Cak Anang : kan ora adil
Samin : adil ora kudu podo. Kowe tak pakani katul podo karo pitik yo emoh to

Cakn Anang : kang, pelem-mu dicolong si kae
Samin : Ben
Cak Anang : kok ben ?
Samin : lha kowe kok iyik to? Biasane dicolong codot wae aku yo meneng wae

Cak Nang : kang, jare wingi omahmu kelebon maling?
Samin : Iyo
Cak Nang : kok iyo ? Brarti sampeyan ngerti ?
Samin : ngerti. Tp aku mumet mergo isin ra duwe barang sing iso dimaling..

Semoga menginspirasi ....
Semua barang di dunia itu titipan Allah semata .....
Posted by MIKO On 23.54 No comments READ FULL POST

Minggu, 03 April 2016

wah, ini dia artikel yang ditunggu tunggu, kalau sudah punya
penghasilan dalam bisnis, mulailah kelola uang Anda dengan benar. Jangan sampai uang habis tak bersisa dengan hasil sia sia.



"Mencari Uang itu sulit, Mengelola uang lebihsulit"



saat berbelanja, orang cenderung menggunakan EMOSI dibanding LOGIKA. Akhirnya, orang cenderung menghabiskan uang yang dimiliki. Berikut contoh kalau belanja itu sifatnya EMOSIONAL. saat didompet Anda hanya ada uang 15 ribu, maka saat makan Anda hanya cenderung memilih warteg sebagai tempat makan Anda.
Lain halnya jika ada uang 1 juta didompet Anda. Kemungkinan besar Anda lebih memilih makan di restoran dan celakanya waktu di restoran Anda juga milihnya nggak karuan, bisa-bisa keluar hingga ratusan ribu hanya untuk makan. Pernah mengalami?
Itu baru masalah makan, belum saat Anda belanja fashion, gadget atau jalan-jalan, bikin tabungan Anda makin bocor, dah. Susah payah dapatkan uang dari bisnis, eh, habis sia-sia. Kalaupun habis, habiskan di jalan yang benar. Siap habiskan penghasilan Anda?
Dulu ketika lagi Jatoooooh banget, nyungsep lalu tertimpa tangga, pernah sisa uang ditabungan Bang Motty tinggal 300ribu rupiah saja. Bukan udah pengen nangis lagi, udah nangis beneran. Saat itu, nemu uang nyelip 20 ribu aja udah seneng banget, lumayan buat makan sama ongkos jalan. Semua dipirit-dipirit.
 

Kalo sekarang Alhamdulillah masih tetep bermasalah sih ^_^ tapi masalahnya "enak". soalnya saldo tabungan minimal 9 digit ^_^, permasalahannya sekarang adalah: gimana supaya bisa nahan diri untuk beli ini itu yang kadang malah ngga bermanfaat. Di posisi apapun kita, tetep harus bijaksana menghabiskan uang yah ^_^
nah, berikut urutan dalam menghabiskan penghasilan. Lakukan diawal bulan, bukan diakhir bulan. INGAT! Awal bulan saat kita menerima penghasilan..
1. 10% untuk Zakat dan Sedekah
inilah perintah Tuhan yang seringkali dilupakan banyak orang: Zakat dan Sedekah. Zakat ada untuk membersihkan harta sedangkan sedekah ada untuk melipatgandakan harta.
2. 30% untuk Cicilan Hutang
Suka beli barang secara kredit? Siap-siap awal bulan banyak tagihan hutang. Bayar hutang itu hukumnya wajib. BAHAYA kalau nggak dibayar. Sudah di dunia ditagih mulu sama Debt Collector, pas di akhirat bisa bisa nggak masuk surga gara-gara masih punya hutang saat meninggal, Bayar woii... BAYAR!
oh ya, batas maksimal hutang Anda adalah 30% dari penghasilan bulanan Anda, Misal penghasilan Anda 10Juta/bulan, maka maksimal cicilan hutang adalah 3Juta/bulan jangan lebih. Bahkan sebisa mungkin Hutang dibuat nol rupiah. Kalau beli-beli barang bayarnya CASH. Kalau sudah begitu uangnya bisa Anda alokasikan untuk tabungan atau kebutuhan sehari-hari. Nggak enak banget kalau setiap bulan penghasilan Anda dicegat duluan sama hutang sebelum masuk kantong pribadi. Kerja hanya buat bayar hutang.. <jangan kesinggung ya... > muehehehe ^_^
3. 10% Untuk tabungan atau Investasi
Berikutnya jatah untuk masa depan Anda. alokasikan untuk tabungan. Jika cicilan hutang sedikit atau tidak ada maka alokasikan tabungan bisa Anda gunakan untuk investasi.
Keuangan Anda dikatakan sehat jika uang Tabungan Anda minimal 3-6x dari kebutuhan bulanan, Misal kebutuhan bulanan Anda 7 juta/bulan, maka minimal ada 21-42 juta di tabungan pribadi Anda.
4. 40% untuk kebutuhan Sehari-hari
Baru setelah kewajiban ditunaikan dan kebutuhan masa depan diutamakan, saatnya memenuhi kebutuhan MASA KINI. Kebutuhan sehari-hari, seperti Uang Makan, Bensin, Uang Sekolah, dll
Tugas Anda selanjutnya membuat alokasi pengeluaran. Ini dia yang sering dilupakan. Pengeluaran bulanan untuk kebutuhan sehari-hari dibiarkan keluar tanpa perencanaan, bocor lagi, deh. Yuk mulai sekarang buat rencana pengeluaran Anda di Awal Bulan.
5. 10% Untuk Senang-senang
Anda juga perlu menghargai kerja keras yang Anda lakukan. Uang ada untuk dinikmati jangan semua ditimbun di tabungan saja. Maka, ada lokasi dana untuk senang senang, Celebrate your Winning. Dana tersebut bisa Anda gunakan untuk kebutuhan tersier seperti belanja fashion up to date, jalan-jalan wisata, makan makan bareng teman dan keluarga atau beli gadget terbaru.
Habis sudah SELURUH penghasilan bulanan Anda di jalan yang benar. Kunci program ini supaya berhasil adalah DISIPLIN dan KOMITMEN, Kalau 2 hal ini tidak ada, maka program Manajemen Anti Miskin ini bakal GAGAL TOTAL. Waktu-waktu kritisnya adalah di 3 bulan awal, kalau konsisten selama 3 bulan, maka selanjutnya bakal Jadi Kebiasaan.
“Awalnya dipaksa, lalu menjalankan dengan terpaksa, lama-lama jadi biasa, coba ya! ”
Nah, setelah tau begini, saya harapkan, Anda jadi lebih paham lagi cara mengatur uang. Biar apa apa jadinya cukup, beli yang perlu perlu cukup, yang nggak perlu jangan dicukup-cukupin.

sumber: fb muh alif mubarok
Posted by MIKO On 00.42 No comments READ FULL POST
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Blogger templates

    Blogger news

    OUR GUEST

    Blogroll

  • Slide 1 Title

    Go to Blogger edit html and replace these slide 1 description with your own words. ...

  • ADVERTISING