Tampilkan postingan dengan label sales. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sales. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Februari 2016







Salah seorang Sales marketing property saya mengeluh, kok jualan susah banget. Sudah nawarin sana sini, susah untuk tertarik.
Sudah ada yang tertarik, sudah jelasin benefit produk, sudah jelasin ruginya kalau ga take action sekarang, tetap saja gagal closing.
Bahkan, ada yang tertarik, sudah diloby berkali-kali, enggak deal juga. Negosiasinya alot banget.
Dia pikir, mungkin karena jualannya rumah kali ya, jadi memang susah banget, karena harus banyak pertimbangan.
Suatu hari, ketika di kantor, waktu sales ini lagi ngeluh jualan susah, datang suami istri yang mau nanya-nanya rumah. Pegawai saya ini memperhatikan cara saya jualan.



Singkat cerita saja dialognya:
Customer (C): "Harga rumahnya tipe 45 berapa pak?"
Saya (S): "Kalau tipe 45 harga cash Rp. 185juta."
C: "Kok mahal ya pak, di kebumen kota ga segitu harganya, ini didesa kok mahal ya?"
S: "Bapak benar, harga saya memang lebih mahal dibandingkan yang lain. Malah termasuk jauh lebih mahal. Menurut bapak, kenapa harga saya mahal?"
C: "Lokasinya strategis ya pak?"
S: "Betul sekali pak. Lokasi kami sangat strategis dan nyaman. Lalu, apa lagi menurut bapak yang menyebabkan harga kami jauh lebih mahal?"
C:"Mungkin, karena struktur bangunannya bagus?"
S:"Betul sekali pak. Struktur bangunan kami bisa diuji kekuatannya. Bapak bisa juga ikut mengawasi pembangunannya, agar sesuai spesifikasi yang kita sepakati. Perumahan yang lain, 5 tahun saja banyak yang sudah minta renovasi."
C:"Oh, begitu ya pak. Apa harga itu harus cash?"
S:"Tidak pak, bisa cash atau kredit, dan kami kreditnya non bank, kredit syariah, tanpa riba, tanpa bunga, tanpa denda, tanpa sita. Jadi langsung dengan saya sebagai developer. Bisa ambil sampai 15 tahun juga. Ini daftar harganya."
C:"Hmm, bagaimana ya. Soalnya saya memang sudah punya rumah, cuma kepingin buat investasi saja."
S:"Beli atau tidak itu terserah bapak, bapak yang lebih paham."
C:"Ya sudah, saya ambil tipe 45, cash. Mana lokasi yang masih kosong?"
S:"Lebih baik lagi kalau kita sambil lihat lokasi langsung pak. Nanti kita bisa sambil bicarakan bapak mau desain interiornya seperti apa yang bapak butuhkan." ...... CLOSING.
Jualan rumah, ga pake lama, ga pake ngerayu2, 10 menit closing. Magic happens!
Sales saya pun melongo. Kok gampang amat!
Kenapa sih kok bisa jualan gampang? Tentu karena ada tekniknya. Dan teknik utama "Magic-nya" bukan pada dialog tersebut.
Magicnya adalah, saya menciptakan kepercayaan yang sangat kuat pada pikiran bawah sadar calon pembeli.



Pondasi utama didalam sales adalah TRUST / Kepercayaan! Dan itu yang saya lakukan ketika saya berkomunikasi dengan calon konsumen. Saya selalu ,membangun TRUST yang sangat kuat.
Ga banyak njelasin berbusa-busa, ga perlu ngerayu-ngerayu, ga perlu ngemis-ngemis apalagi sampai tipa-tipu, ga perlu banget. Bahkan, ga terlalu butuhpun bisa closing.
Nah, kalau mau MAGIC HAPPENS, Bangun TRUST dulu yang kuat ya! Jangan tahu2 jurusnya langsung closing.
TRUST saja belum terbangun dengan baik, eh tahu2 dah ditanya: "Jad beli ga pak?"
Ya jelas langsung jawabnya:"ENGGAAKKKKK!"
Silakan SHARING/BAGIKAN agar postingan ini tersimpan di beranda FB anda. Siapa tahu suatu hari anda mau baca lagi, ga susah carinya.

Semoga bermanfaat!


SUMBER : 
Much Nasrulloh Al Jufry
Penulis Buku Laris  
Facebook Marketing: Cara Berpenghasilan Rp. 30 Juta Sebulan Hanya Dari Facebook
Posted by MIKO On 02.41 No comments READ FULL POST

Kamis, 21 Agustus 2014






Kalau ada orang yang tiba-tiba mendatangi Anda dan menawarkan produknya kepada Anda, bagaimana perasaan Anda?
Yup! Kemungkinan besar orang bakal BT bin Sebel bahkan Menghindar sebelum dia mendekat. Betul? Hehehe...
Itulah yang terjadi saat Jualan. Makanya, JUALAN yang bagus itu adalah saat kita nggak kelihatan jualan. Bagaimana caranya?
"BANGUN KEDEKATAN (PDKT) dengan Calon Pembeli dulu sebelum kita benar-benar menjual produk kita"
Caranya?
Salah satu teknik yang cukup ampuh dalam melakukan PDKT adalah PACING & LEADING.
PACING
Menjalin keselarasan dengan lawan bicara. Pacing bisa dilakukan dengan cara Matching dan Mirroring.
Matching: menyamakan gerakan dan gaya bicara lawan bicara...
Mirroring: melakukan kesamaan seolah-olah lawan bicara melihat kita sebagai cermin bagi dirinya sendiri...
Apa saja yang bisa kita lakukan saat melakukan Matching dan Mirroring?
- Kontak Mata
- Kecepatan Mata Berkedip
- Postur Tubuh
- Kecepatan Bicara
- Nada Bicara
- Gaya Bahasa
- Kecepatan Napas
- Cara Berpakaian
- Hobi
- Daerah Asal
- Bahasa Daerah
- dan lain-lain
LEADING
Mengarahkan lawan bicara. Biasanya leading dilakukan setelah kita melakukan 3x Pacing.
Disaat Anda merasa bahwa calon pembeli Anda sudah 'nyaman' dengan Anda, disitulah JUALAN dimulai.
“Orang Hanya akan Membeli dari Orang yang Mereka anggap Dekat”
Posted by MIKO On 16.23 No comments READ FULL POST

Rabu, 19 Maret 2014



Percayakah bahwa hanya dengan mengubah Merek Produk Anda, dapat menaikkan omzet Anda dengan drastis? Terbukti: Rawon Setan, Soto Gebrak, Ayam Lepas, Perkedel Hostes, Nasi Kalong, laris karena modal MEREK yang NGETOP. Terlepas setelah mencicipi mereka puas atau kecewa, calon pelanggan sudah dibuat penasaran dengan mereknya.

Bagaimana cara menemukan MEREK dan SLOGAN yang NGETOP…? Ambil kertas putih tanpa garis dan pena/spidol. Tuliskan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan SPONTAN dan LIAR:

• Siapa spesifik target pasarmu?
• Apa diferensiasi/perbedaan produkmu dibanding kompetitor?
• Alasan apa mereka mau membeli?
• Apa komentar SPONTAN dari para pelanggan/pengicip produkmu?
• Menurutmu, apa 3 kata kunci yang mewakili produkmu?
• Dimana mereka biasa berkumpul?
• Kapan saatnya mereka menggunakan produkmu?
Ingat: slogan adalah komunikasi nyeplos dari positioning produk Anda.
Yang belum tahu positioning, bisa baca disini:http://hot.yukbisnis.com/simply-marketing/

Setelah itu, gunakan stabilo (merek lain juga boleh, hehe) untuk menandai mana “Kata Kunci” yang paling sering disebut oleh pelanggan. Tuliskan ulang di kertas terpisah dan renungkan RANGKUMAN kata-kata tersebut, hingga menjadi suatu SLOGAN yang NYEPLOS (bukan kaku atau formal). Buat beberapa alternatif susunan kata. Minta bantuan kawan-kawan (lebih baik lagi pelanggan) di sosial media untuk memilihnya.

Poin-poin pemilihan Merek yang NGETOP?

1. Sesuai dengan Target Pasarnya
2. Unik
3. Mudah diucapkan dan diingat
4. Hindari Singkatan Konsonan
5. Hindari Angka
6. Terasosiasi oleh Diferensiasi
7. Produk Unggulan
Posted by MIKO On 03.11 No comments READ FULL POST
Mancing yang cepat dapatnya ya di Tambak, bukan Samudera. Berburu yang gampang ya di Kebun Binatang, bukan di Hutan belantara. Begitu juga 'memasarkan' suatu produk/jasa. Jika ketemu Tambaknya, maka angka KONVERSI akan tinggi. Masalahnya adalah para pemasar sering gak tahu, apa itu yang disebut ‘TAMBAK’. Namanya tambak, ya “tempat berkumpul ikan yang sejenis”.

Dalam ebook dan seminar Buka Langsung Laris, kata-kata ini paling sering saya sebut: “Target Pasar yang Serupa”. Maksudnya serupa adalah sesuai dengan konsumen Anda. Sejak: Uji produk Ngangenin, membuat kemasan yang Pertama diambil, memilih merek yang Ngetop, Harus Sesuai Target Pasarnya.

Kata-kata selanjutnya setelah Target Pasar, biasanya saya ikuti dengan "DIMANA mereka BERKUMPUL?" >> Baca 10x dan resapi, kalo perlu tuliskan besar-besar di dinding.

Jika kita mampu menjawab dengan benar WHO dan WHERE-nya, artinya kita menemukan Tambak yang benar.

WHO/SIAPA Target Pasar, sering hanya dijawab: Menengah ke atas, Menengah ke bawah. Capek deh.. Untung gak 'Puser Kebawah' 

WHO-nya harus spesifik:
• warga Bandung kota
• wanita, 25-35thn
• punya anak SD
• naik mobil city car (Jazz, Yaris, March)
• penampilan modis
• berjilbab

Kenapa MOBIL juga penting? Karena mobil terlihat dimana tempat kumpulnya mereka! Pabrikan Mobil juga survei Target Pasar donk. Seandainya sudah ketemu WHERE atau Tambak mereka, yaitu SD (sekolah dasar) xyz, nah disitulah 'Tambak' terbaik kita berjualan. "Udah kulakukan itu Mas J, PERSIS, tapi tetap sepi". Kalo yakin kolamnya benar, berarti promonya yang salah!

Yang disebut 'Tambak' itu bukan hanya tempat seperti sekolah, tapi bisa juga komunitas dengan target pasar serupa. Komunitas juga bukan berarti bentuk FISIK berkumpulnya mereka, seperti arisan, pengajian, atau pesta, tapi juga bisa Akun Media Sosial seseorang. Misalnya: Target Pasar saya adalah followernya Mas @ipphoright , @felixsiauw, fans-nya Hijabers Community. Setelah itu: Bagaimana Anda bisa mancing di tambak tersebut?

Jika jeli dalam MEMETAKAN Target Pasar, maka Anda akan mendapatkan Tambak yang PAS >> Baca 3x yaa..

Banyak dari mereka yang GAGAL memasarkan karena mancing di Tambak yang SALAH". >> Baca 7 kali yaa..

Kalo tambaknya sudah benar, belum ada yang nyangkut, artinya umpan atau caranya yang salah. Bisnis itu lebih banyak pake nalar dibanding ghoib. Karena nalar adalah sunatullah (hukum alam yang Allah ciptakan). Maka belajarlah..

Selamat menemukan tambak yang benar dan mancinglah dengan syarat dan cara yang benar pula..


sumber: fb jayayea
Posted by MIKO On 03.10 No comments READ FULL POST
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Blogger templates

    Blogger news

    OUR GUEST

    Blogroll

  • Slide 1 Title

    Go to Blogger edit html and replace these slide 1 description with your own words. ...

  • ADVERTISING